Cara Merawat Tanaman Pisang Dengan Mudah

By | Maret 20, 2021

Jika berbicara soal pisang, hampir dipastikan semua masyarakat di Indonesia dengan berbagai kalangan pasti mengetahuinya. Bahkan mungkin hafal dengan berbagai jenis pisang yang ada, mulai dari pisang ambon, pisang raja, pisang susu, pisang kepok, pisang tanduk dan banyak lagi jenis pisang yang lainnya.

Hal ini tak mengherankan, karena tanaman pisang bisa ditemukan dan tumbuh subur hampir di seluruh pelosok daerah. Sehingga buahnya sangat gampang ditemui dan biasanya diolah menjadi berbagai jenis penganan yang menarik.

Rasa buah yang manis dan legit, serta harga yang terjangkau menjadikan pisang cukup digemari. Bahkan tak hanya buahnya saja, setiap bagian tanamannya juga kerap dimanfaatkan untuk olahan kuliner. Terlebih cara merawat tanaman pisang yang tidaklah rumit, sehingga banyak yang tertarik menanamnya di pekarangan rumah hingga membudidayakannya di kebun. Tertarik mencoba menanam pohon pisang? Simak cara perawatannya berikut ini.

1. Pastikan Tanaman Mendapat Air yang Cukup

Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, tak terkecuali untuk tanaman pisang. Karenanya pemenuhan kebutuhan air sangat penting dalam merawat tanaman pisang agar tumbuh subur dan bisa menghasilkan buah yang bagus. Pemenuhan kebutuhan air untuk tanaman pisang sangatlah penting, terutama ketika musim kemarau atau menjelang tahap berbuah. Pada saat musim kemarau, di sekitar tanaman pisang perlu dibuatkan parit atau drainase untuk membantu proses pengairan tanaman.

Pengairan yang minim membuat tanaman pisang tak bisa tumbuh dan menghasilkan buah secara maksimal. Namun pemberian air tak boleh terlalu berlebihan, karena dapat membuat barang tanaman pisang membusuk dan akhirnya mati. Jadi yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana sistem pengairan yang tepat agar tanaman pisang dapat tumbuh dengan subur.

2. Bersihkan Sekitar Tanaman dari Rumput atau Gulma

Gulma dan rumput liar menjadi masalah lain yang tak boleh dianggap sepele dalam merawat tanaman pisang. Pasalnya, keberadaan gulma maupun rumput liar bisa mengganggu perkembangan tanaman pisang. Tak cuma tanaman indukan saja, tapi juga tunas anakannya pun akan terganggu hingga mengundang hama penyakit.

Maka dari itu, area di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara berkala dari gulma maupun rumput liar yang mengganggu. Pembersihannya bisa menggunakan cangkul, sabit, atau peralatan lain yang ada di rumah.

3. Buat Tanah di Sekitar Tanaman Lebih Gembur

Melakukan penggemburan pada tanah di sekitar tanaman pisang sangat baik untuk menciptakan aerasi pada tanah. Sehingga membantu penetrasi akar tanaman pisang jadi lebih mudah, selain itu juga membantu penyerapan nutrisi jadi lebih baik hingga membuat pertumbuhan tunas anakan semakin maksimal.

Meskipun penting, Anda juga harus berhati-hati saat melakukan penggemburan tanah di sekitar tanaman pisang. Pasalnya, penggemburan tanah yang terlalu dalam bisa merusak akar tanaman pisang. Karena akar tanaman pisang berkarakter serabut sehingga sangat ringkih dan mudah rusak.

4. Bersihkan Tanaman dari Daun-Daun yang Sudah Mengering

Cara merawat tanaman pisang selanjutnya yang juga cukup penting ialah pembersihan tanaman dari daun-daun yang sudah mengering. Jika daun tersebut dibiarkan, ini akan mengganggu perkembangan tanaman bahkan bisa memicu munculnya hama tanaman.

Karenanya bersihkan daun-daun tersebut secara berkala dan jangan menunggu sampai menumpuk dan mengganggu tanaman pisang. Pangkas segera, tapi jangan dibuang, Anda bisa memanfaatkannya sebagai pupuk kompos. Cukup letakan daun kering yang dipangkas tadi di sekitar batang tanaman dan biarkan membusuk dengan sendirinya. Ini akan jadi pupuk alami yang sangat baik untuk perkembangan tanaman pisang.

5. Berikan Nutrisi dengan Pemupukan yang Tepat

Dalam tahapan cara merawat tanaman pisang, pemupukan tak boleh sampai terlewatkan. Selain tak boleh terlewat, pemilihan jenis pupuk juga harus diperhatikan dengan seksama. Pasalnya, pemupukan dengan tepat akan membuat tanaman bisa tumbuh dan menghasilkan buah dengan maksimal.

Pemupukan bisa dilakukan sekitar 3 atau 6 bulan sekali dengan jenis pupuk yang tepat. Tanaman pisang sendiri membutuhkan asupan kalium, nitrogen, kalsium dan juga fosfor yang banyak, namun juga harus diimbangi dengan unsur hara juga agar lebih seimbang. 

Ada beberapa jenis pupuk yang bisa digunakan, pertama pupuk tunggal, yakni urea, KCL, SP-36, lalu pupuk majemuk semisap pupuk NPK. Juga beberapa jenis pupuk yang memiliki kandungan unsur hara mikro, seperti Gandasil B, Gandasil D dan lain sebagainya.

6. Jaga Kelembaban di Sekitar Area Tanam

Selain pemberian pupuk secara tepat, cara merawat tanaman pisang juga harus memperhatikan kelembaban yang ada di sekitar akar tanaman pisang. Pasalnya, area di sekitar tanaman pisang cepat sekali mengalami kekeringan.

Terlebih jika cuaca sedang sangat terik atau pada saat musim kemarau. Nah, untuk membuat kelembaban di area tanam pisang tetap terjaga, penggunaan plastik mulsa bisa jadi opsi terbaik. Namun jika tidak ada plastik mulsa, Anda bisa menggunakan daun-daun kering yang sudah dipangkas atau rumput-rumput yang ada disekitar tanaman tersebut untuk mencegah adanya penguapan tanah yang berlebihan

7. Perawatan Saat Mulai Berbuah

Ketika tanaman pisang sudah mulai berbunga, ini menjadi tahapan yang harus diperhatikan dengan lebih maksimal. Lakukan monitoring secara rutin pada bunga pisang, biarkan hingga tumbuh dan menjadi buah. Jangan terburu-buru untuk dipotong, sebelum benar-benar maksimal jarak antara buah terakhir dengan bunga pisangnya.

Selanjutnya, jangan lupa untuk memberikan penyangga pada batang pisang atau tangkai buahnya. Ini dilakukan untuk menjaga tanaman pisang tidak roboh sebelum waktunya karena buah pisang yang terlalu besar.

Nah demikian tadi beberapa cara merawat tanaman pisang yang bisa dilakukan sendiri dengan mudah. Mulai dari pemberian air dengan cukup, pembersihan dari gulma dan tanaman liar serta daun-daun yang mulai mengering hingga perawatan pada saat mulai berbuah. Dengan perawatan yang maksimal, niscaya tanaman pisang akan memberikan hasil yang baik. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *