Cara Menanam Cabe di Kebun

By | Maret 16, 2021
Cara Menanam Cabe di Kebun

Bagi masyarakat Indonesia, cabe merupakan salah satu bumbu pelengkap yang hampir selalu ada di semua jenis masakan. Ini karena cabe memang memiliki rasa yang begitu kuat. Tentu tak mengherankan, karena memang masyarakat Indonesia kebanyakan merupakan penggemar olahan kuliner pedas. Sehingga, saat harga cabe merangkak naik, pasti terjadi kehebohan luar biasa di masyarakat.

Tips Menanam Cabe

Di Indonesia sendiri, cabe memliliki banyak sekali jenis dan tingkat kepedasannya masing-masing. Diantaranya seperti cabe rawit, cabe merah keriting, cabe merah besar, cabe kathur, cabe gendot, cabe Jalapeno, juga  paprika. Tetapi, yang jadi primadona ialah cabe rawit dan juga cabe merah. Karenanya, cabe menjadi salah satu komoditi penting di Indonesia.

Cabe sendiri merupakan buah yang berasal dari tumbuhan yang masih berkerabat dengan genus capsicum. Buah dari tanaman tersebut dikelompokan sebagai bumbu atau sayuran tergantung dari penggunaannya. Cabe bisa tumbuh di mana saja, baik di daerah dataran rendah ataupun tinggi.

Ditambah lagi cara penanamannya pun terbilang cukup mudah, bisa ditanam di pot ataupun kebun yang luas. Bibit cabe diambil dari bijinya yang sudah disemai. Menanam cabe sendiri di kebun punya banyak sekali manfaat, selain lebih hemat karena tak perlu lagi beli cabe. Hasil panennya juga bisa dijual kembali.

Apalagi jika harga cabe sedang naik, tentu bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan. Tanaman cabe sangat cocok ditanam di lahan yang gembur, kaya akan humus, dan sarang, serta tak tergenang air dengan pH tanah ideal kurang lebih antara 5 sampai 6.

Waktu penanaman yang disarankan sekitar bulan Maret sampai April di akhir musim penghujan, terutama untuk lahan yang kering. Penasaran bagaimana cara menanam cabe di kebun? Yuk simak tips selengkapnya berikut ini.

1. Pemilihan Bibit Cabe

Sebelum mulai menanam cabe di kebun, langkah paling awal ialah dengan memperhatikan pemilihan bibit cabe yang akan ditanam. Satu hal yang perlu diingat ialah pastikan memilih bibit cabe yang berkualitas agar tanaman cabe tumbuh dengan baik dan hasilnya melimpah. Ada dua cara memilih bibit cabe untuk ditanam di kebun.

  • Pertama beli cabe segar dengan kualitas bagus, lalu kupas dan ambil bijinya. Kemudian jemur biji cabe tersebut hingga kering di bawah sinar matahari langsung.
  • Kedua, Anda bisa membeli bibit cabe yang sudah jadi di toko bibit dan alat pertanian terdekat.

Namun, jika Anda hanya ingin menanam cabe di kebun yang tidak terlalu luas, maka disarankan untuk membuat bibit sendiri. Pasalnya, bibit kemasan yang dijual di toko, umumnya dijual dengan skala besar dengan harga yang lumayan mahal. Selain itu, sisa bibit cabe yang tidak terpakai bisa berjamur dan rusak jika terlalu lama disimpan.

2. Penyemaian Bibit Cabe

Bibit Cabe

Setelah bibit siap, langkah selanjutnya ialah proses penyemaian bibit cabe. Ada beberapa peralatan yang harus disiapkan dalam tahapan penyemaian ini. Misalnya seperti polybag atau ember bekas untuk media penyemaian, kemudian pupuk dan juga tanah. Untuk cara penyemaian bibit cabe supaya cepat tumbuh, simak langkahnya berikut ini.

  • Pertama, siapkan peralatan yang sebelumnya sudah disiapkan. Seperti media penyemaian, tanah dan juga pupuknya.
  • Selanjutnya, masukkan tanah ke dalam media penyemaian diikuti dengan pupuk kandang. Untuk takaran tanah dan pupuk, siapkan dengan takaran 3 banding 1.
  • Jangan buru-buru menyemai bibit di media penyemaian, sebaiknya biarkan media tersebut sekitar 1 minggu di lokasi yang teduh dan terlindung baik dari hujan ataupun panas matahari langsung.
  • Setelah media penyemaian siap, rendam bibit cabe yang sebelumnya sudah disiapkan dalam air hangat, kurang lebih sekitar 3 jam.
  • Angkat bibit yang sebelumnya direndam, dan tiriskan, kemudian letakan dalam media penyemaian. Setelah itu, tutupi bibit cabe tadi dengan tanah kaprah setinggi 1 cm saja.
  • Tunggu hingga bibit cabe mulai berkecambah sebelum dipindahkan ke lokasi yang banyak sinar mataharinya.

3. Penanaman Cabe

Sebelum memindahkan bibit cabe dari media penyemaian ke kebun, siapkan betul-betul lahan kebun yang akan digunakan untuk menanam cabe. Anda bisa mulai menggemburkan lahan serta memberikan pupuk yang tepat. Setelah bibit cabe berumur kurang lebih 4 minggu, bibit bisa segera dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Berhati-hatilah saat ingin melepaskan bibit dari media penyemaian supaya akar bibit cabe tidak rusak. Jika Anda memilih polybag sebagai media penyemaian, maka gunakan polybag yang memiliki diameter setidaknya sekitar 30 cm.

Atau, Anda juga bisa menggunakan ember atau toples bekas yang sebelumnya telah dibersihkan. Siapkan lahan menanam dengan komposisi tanah, pupuk, dan juga sekam mentah dengan perbandingan 3:2:1.

4. Pemberian Pupuk Lanjutan dan Perawatan

Kegiatan selanjutnya ialah pemberian pupuk lanjutan. Hal ini juga sama pentingnya dengan penyiapan lahan ataupun pengendalian hama tanaman. Masalah yang kerap muncul pada saat menanam cabe di kebun ialah pemberian pupuk yang kurang efektif.

Pupuk yang terlalu sedikit akan membuat tanaman menjadi lambat pertumbuhannya. Sementara jika terlalu berlebihan akan menimbulkan gejala overdosis hingga pemborosan. Pemberian pupuk lanjutan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan pengocoran dan juga ditabur.

Pemberian pupuk dengan kedua metode tersebut bisa disesuaikan dengan musim. Saat musim kemarau, pemberian pupuk lanjutan akan lebih efektif jika menggunakan metode pengocoran. Sementara, saat musim hujan akan jauh lebih efektif dengan metode ditabur.

Metode pengocoran pupuk bisa dilakukan dengan meletakan pupuk di lubang dekat tanaman cabe dengan jarak sekitar 15 cm. Sedangkan metode tabur bisa diaplikasikan dengan menaburkan pupuk ke sekeliling tanaman cabe dengan jarak kurang lebih 15 cm.

Pemupukan lanjutan ini dilakukan ketika tanaman cabe sudah memasuki umur sekitar 10 HST (hari setelah tanam).  Atau ketika kondisi perakaran tanaman cabe telah mampu beradaptasi, bisa juga ketika mulai tumbuh dilahan atau kebun yang baru

Selain pemupukan, jangan sampai lupa untuk melakukan penyiraman pada tanaman cabe secara rutin setiap harinya. Namun penyiraman tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan musim. Misalnya saja saat musim kemarau, tanaman cabe disarankan untuk disiram dua kali sehari, pagi dan sore hari. Sementara saat musim penghujan, cukup satu kali saja di sore hari.

Selain itu, sering-seringlah memperhatikan kondisi tanaman cabe apakah di sekitarnya mulai ada tanaman pengganggu yang tumbuh. Sebab ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman cabe. Segera bersihkan secara rutin, supaya tanaman cabe tumbuh dengan maksimal.

5. Masa Panen Tiba

Khusus untuk kawasan dataran rendah, masa panen untuk tanaman cabe bisa dilakukan pertama kali ketika tanaman berusia 70 sampai 75 hst. Sementara masa panen pertama di kawasan dataran tinggi umuknya sedikit lebih lambat, yakni ketika tanaman cabe berumur 4 sampai 5 bulan setelah masa tanam.

Pemanenan cabe dilakukan dengan memetik buah sekaligus tangkainya menggunakan tangan. Pemanenan dilakukan dengan frekuensi 3 sampai 4 hari sekali, paling lama seminggu sekali dan dilakukan setelah cabe mulai berwarna merah. Kegiatan pemanenan dilakukan terus sampai tanaman cabe berumur sekitar 6 sampai 7 bulan dan kurang lebih sampai 20 kali pemanenan. Ini dilakukan tergantung dengan kondisi tanaman cabe, varietas dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *