Sejarah dan Silsilah Kerajaan Holing

By | Februari 22, 2020

Kerajaan Holing dan Kerajaan Kalingga adalah kerajaan yang sama. Catatan Tingokok menyebutkan bila kerajaan ini telah ada eksistensinya sejak abad ke-6 Masehi. Dengan wilayah kekuasaan yang meliputi daerah Jawa Tengah seperti Jepara dan Pekalongan. Kerajaan Holing merupakan nenek moyang atau cikal bakal adanya Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Holing Dipimpin Oleh Seorang Ratu

Kerajaan Holing Dipimpin Oleh Seorang Ratu

Berdasarkan catatan sejarah yang ditemukan seperti manuskrip, prasasti, cerita legenda, catatan sejarah dari neggri China. Dijelaskan bahwa Kerajaan Holing dipimpin oleh seorang ratu, bernama Ratu Sima. Masa pemerintahan Ratu Sima adlah 674-732 Masehi.

Pada masanya sang ratu terkenal karena adil dan sangat bijaksana, sehingga Kerajaan Holing pun menjadi aman dan damai. Walaupun seorang ratu, beliau menegakan hukum dengan adil dan tidak pandang bulu. Hukuman bagi seseorang yang terbukti encuri adalah pemotongan tangan.

Keahlian yang dimiliki oleh masyarakat Kerajaan Holing adalah di sektor pembuatan bunga kelapa dan minuman keras. Komoditas utama Kerajaan Holing adalah gading gajah, cula badak, kulit penyu, perak dan emas. Komoditas tersebut jika dibawa pada masa sekarang mayoritas adalah barang-barang yang dikategorikan ilegal.

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Holing

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Holing

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari catatan kuno negri China. Diketahui fakta tentang cakupan letak wilayah kekuasaan Kerajaan Kalingga yang kemungkinan besar diyakini ada di wilayah Pekalongan dan Jepara. Ibukota Kerajaan Holing dibangun dengan sistem keamanan yang mengelilingi sekitar ibu kota, Ratu memerintahkan untuk membangun tembok dari tonggak kayu. Dimana penguasa kerajaan akan mendiami bangunan terbesar yang memiliki tingkatan sangat tinggi. Singgasana Raja dan Ratu terbuat dari gading gajah, dengan atap daun palem yang menjuntai memayungi.

Jepara disebutkan sebagai kota pusat pemerintahan Kerajaan Holing. Hal tersebut diyakini karana ada tempat yang bernama Keling. Sementara letak pealbuhan kuno di Pekalongan, semakin meyakinkan teori bahwa Pekalongan adalah wilayah kekuasaan dari Kerajaan Holing. Bahkan nama Pekalongan lantaran Kalingga adalah Pekalingan.

Susunan Penyebaran Keturunan Kerajaan Holing

Susunan Penyebaran Keturunan Kerajaan Holing

Pengaruh dari Ratu Sima tercatat memiliki kaitan yang sangat erat dengan Kerajaan Galuh. Pasalnya Parwati adalah putri dari sang Ratu Maharani Sima yang menikah dengan putra mahkota Kerajaan Galuh, yaitu Mandiminyak. Dikemudian hari pada saat raja pertama Kerajaan Galuh mangkat, maka Mandiminyak dinobatkan sebagai raja ke dua menggantikan sang ayah. Jadilah Mandiminyak Raja Kerajaan Galuh dan Parwati, putri dari Kerajaan Holing yang naik pangkat menjadi Ratu pendamping di Kerajaan Galuh.

Dari pernikahan Raja dan Ratu Kerajaan Galuh, Ratu Sima memperoleh cucu bernama Sahana. Yang kelak akan menggantikan sang ayah sebagai raja ke-3 Kerajaan Galuh. Sahana tercatat menikahi Bratasena. Keturunan Bratasena dengan Sahana menghasilkan keturunan bernama Sanjaya. Sanjayapun menjadi raja atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Ratu Sanjaya memimpin kedua kerajaan sejak tahun 723-732 Masehi.

Pada tahun 732 Masehi, Ratu Sima dari Kerajaan Holing menutup usia. Dipilihlah Sanjaya untuk naik takhta sebagai ratu. Alhasil Ratu Sanjaya resmi dilantik memimpin Kerajaan Holing Utara yang akan lebih dikenal sebagai Bumi Mataram. Semenjak itu dinasti Sanjata terbentuk di wilayah yang diyakini sebagai Kerajaan Mataram Kuno.

Namun pada tahun 752 Masehi, Kerajaan Sriwijaya berhasil membuat Kerajaan Mataram bertekuk lutut dibawah kekuasaannya. Bila dilihat dari sejarah penyebaran agama Hindu, Kerajaan Holing juga menjadi salah satu bagian dari rute perjalanan dagang Hindu. Fakta ini memiliki kesamaan dengan Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Melayu. Selain itu edua kerajaan tersebut juga bagian dari kerajaan yang dikuasai oleh Sriwijaya. Sriwijaya melakukan penaklukan atas kerajaan-kerajaan yang sebenarnya adalah kompetitor berat dalam sektor perdagangan.

Kejayaan Kerajaan Holing

Kejayaan Kerajaan Holing

Sejarah kejayaan Kerajaan Holing adalah pada masa pemerintahan Ratu Sima yang bijaksana, yaitu tahun 674-732 Masehi. Wilayah Kalin pada kota Jepara adalah ibukota dari Kerajaan Kalingga kala itu. Wilayah ni sangat subur, sehingga sejumlah besar rakyat Kerajaan Holing berprofesi sebagai petani. Sektor agrarisnya berkembang dengan sangat bagus, hasil panen elimpah, sehingga sangat menguntungkan untuk dikonsumsi sendiri dan dijual. Karena bumi Jepara mampu menghasilkan hasil bumi yang melimpah dan berkualitas. Negara jauh seperti China pun membeli hasil bumi dari Kerajaan Holing.

Alasan Runtuhnya Kerajaan Holing

Alasan Runtuhnya Kerajaan Holing

Begitu sang Ratu pertama mangkat dari tahktanya, tidak ada lagi yang mampu memimpin Kerajaan Holing sebaik Ratu Sima. Kerajaan Holing lambat namun pasti  terus mengalami kemunduran. Bahkan Kerajaan Holing berhasil hancur didalam tangan Kerajaan Sriwijaya. Rakyat tidak lagi leluasa melakukan transaksi perdagangan, dikarenakan jalur perniagaan telah dirampas oleh Sriwijaya. Akhirnya rakyat Kerajaan Holing berlari mengungsi keluar dari Jepara dan tinggal di pedalaman Jawa.

Bukti Eksistensi Keberadaan Kerajaan Holing

Bukti Eksistensi Keberadaan Kerajaan Holing

Akan aneh jika sebuah kerajaan yang tercatat sebagai kerajaan besar namun tidak memiliki peninggalan sebagai bukti pernah eksis. Sebenarnya catatan tentang sejarah Kerajaan Holing terbilang sangat kurang. Kebanyakan informasi utama didapatkan dari catatan sejarah para pengembara dinasti Tang dan I-Tsing.

Peneliti akhirnya berhasil mengungkap kebenaran dari cerita tersebut berdasarkan penemuan peninggalan Kerajaan Holing berupa prasasti, arca dan candi.

  • Prasasti Tukmas
Prasasti Tukmas

Prasasti ini ditemukan di Kecamatan Grabak, Magelang, Jawa Tengah. Pada prasasti dijelaskan tetang sumber mata air atau sungai yang memiliki airjernih di Lereng Merapi. Sungau tersebut dikatakan mirip dengan aliran sungai Gangga di India. Prasasti ditulis menggunakan bahasa Sansekerta, melihat dari penggunaan huruf Pallawa dan adanya pahatan gambar pada prasasti Tukmas.

Gambar pada prasasti membentuk bunga teratai, kendi, kapak, trisula, kelasangka, dan cakra. Melalui prasasti Tukmas, dapat dipahami bahwa Kerajaan Holing memiliki keterkaitan dengan kebudayaan dan penyebaran agama Hindu yang berasal dari India. Penemuan prasasti tidaklah berada di kota Jepara yang notabene adalah ibukota dari Kerajaan Holing. Melainkan berada di wilayah bagian terluar kekuasaan Kerajaan Holing.

  • Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojomerto

Prasasti Sojomerto ditemukan di Kabupaten Batang. Penamaan prasasti disesuaikan dengan nama dususn tempat prasasti ditemukan. Prasasti ini menggunakan huruf Kawi dengan bahasa Melayu Kuno. Peneliti memprediksi bahwa prasasti telah dibuat pada abad-7 Masehi.

Pada prsasti dijelaksan kondisi Kerajaan Holing, menyebutkan bahwa Dapunta Sailendra adalah pendiri Kerajaan Holing. Sementara Dinasti Sailendra adalah penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno. Sejauh ini semakin banyak informasi yang menghubungkan Kerajaan Holing dengan Mataram.

  • Prasasti Upit
Prasasti Upit

Tempat ditemukan prasasti adalah di Desa Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Prasasti menjelaskan bahwa desa Upit telah dibebaskan pajak daerah oleh Ratu Sima. Tujuannya supaya wilayah tersebut memiliki cukup anggaran untuk merawat dan melestarikan wilayah Prambanan, Klaten.

  • Candi Angin
Kejayaan Kerajaan Holing

Letak candi yang sati ini berada di desa Tempur, Keling, Jepara, Jawa Tengah. Candi Angin dinamakan demikian lantaran letak candi yang berada di dataran tinggi Jepara. Hembusan angin kencang di sekitaran candi tidak membuat bangunan kuno tersebut roboh. Para ahl menyimpulkan bila Candi Angin berusia lebih tua dari Candi Borobudur. Kesimpulan tersebut diperoleh dari analisa karbon. Jika demikian maka candi dibangun bahkan sebelum masuknya budaya Hindu dan Budha di dalam kehidupan masyarakat Jawa kuno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *