Kontravensi : Pengertian, Bentuk, Dampak, Contoh

By | Maret 1, 2020

Dalam kehidupan bermasyarakat kontravensi merupakan bagian istilah yang penting untuk hubungan sosial. Berikut beberapa bahasan mengenai istilah kontravensi yang dapat menjadi faktor yang dapat merusak keteraturan sosial.

Pengertian Kontravensi

Kontravensi adalah keadaan sosial yang didasari oleh rasa saling bersaing yang mengakibatkan terjadinya konflik. Namun pengertian kontravensi dari KBBI adalah sebuah pertikaian yang ditandai gejala ketidakpastian mengenai perasaan tidak suka seseorang terhadap kepribadian seseorang.

Leopold des Wiese dan Howard Becker menyatakan pendapat bahwa kontravensi adalah sikap sosial yang didasari oleh rasa ketidak percayaan antar individu maupun antar kelompok dalam kehidupan masyarakat. Namun dengan adanya kontravensi ini, justru dijadikan sebagai acuan dalam melakukan proses tindakan pemberontakan tanpa memikirkan jalan kedamaian.

Kontravensi bisa timbul disebabkan oleh rasa benci, perasaan tidak suka terhadap seseorang yang disembunyikan, serta merasa ragu terhadap kepribadian orang lain. Istilah ini ditujukan untuk suatu pandangan, keyakinan, pikiran, atau suatu rencana yang sudah dibuat oleh seseorang atau suatu kelompok lain. Kontravensi itu sendiri tergolong pada salah satu tipe interaksi sosial bersifat disosiatif.

Bentuk – Bentuk Kontravensi

Bentuk - Bentuk Kontravensi

Menurut Leopold des Wiese dan Howard Becker dua orang tokoh sosial menyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk kontravensi, yaitu sebagai berikut.

1. Kontravensi Sederhana

Kontravensi sederhana merupakan bentuk kontravensi yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat kecil. Karena berada di ruang lingkup kecil, maka tidak akan berdampak luas karena hanya dalam hubungan antar individu atau kelompok dalam bermasyarakat. Contoh kontravensi sederhana adalah mengumpat orang lain, menyanggah secara terang-terangan pernyataan orang lain, dan memfitnah.

2. Kontravensi Rahasia

Bentuk kontravensi ini dilakukan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi agar tidak ada orang lain yang tahu dalam melaksanakan di kehidupan masyarakat. Contoh dari kontravensi ini adalah berkhianat serta menyebarkan aib/rahasia orang lain.

3. Kontravensi Intensif

Kontravensi intensif merupakan bentuk kontravensi yang dilakukan secara terus-menerus atau biasa disebut ajeg. Namun dalam kontravensi ini memberi dampak psikologis dalam setiap kehidupan individu di masyarakat. Contoh kontravensinya adalah menghasut dan mengecewakan orang lain ataupun kelompok lain.

4. Kontravensi Taktis

Kontravensi taktis adalah satu-satunya kontravensi yang pelaksanaannya memiliki pola aturan sehingga kontravensi ini sangat sulit untuk dihilangkan. Contoh kontravensi taktis adalah menakut-nakuti pihak lawan dan menggertak kelompok atau orang lain.

5. Kontravensi Umum

Kontravensi dalam kehidupan bermasyarakat dilakukan secara umum. Kontravensi umum biasanya terpicu karena dipengaruhi oleh intensitas kejadiannya. Contoh dari kontravensi ini adalah protes, tindakan kekerasan, dan konfrontasi.

Dampak dari Kontravensi

Dampak dari Kontravensi

Dalam melakukannya, kontravensi akan menimbulkan dampak. Dampak kontravensi itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu dampak positif dan dampak negatif. Berikut penjabaran dari dua dampak tersebut.

Dampak Positif yang Disebabkan oleh Kontravensi

Dampak ini ada karena terkadang kontravensi justru mendorong untuk terjadi keteraturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dampak positifnya antara lain sebagai berikut.

  1. Adanya perbedaan pendapat dalam berdiskusi justru akan membuat kita dapat melihat kelemahan masing-masing pendapat yang diajukan oleh setiap individu dalam perkumpulan diskusi atau seminar tersebut, dengan begitu kita dilatih untuk memilih suatu pendapat terbaik dan menghargai setiap perbedaan pendapat.
  2. Kontravensi mampu menumbuhkan rasa solidaritas apabila terjadi kontravensi antar kelompok. Setiap kelompok akan secara otomatis timbul rasa solidaritas agar mampu mengatasi permasalahan antar kelompok maupun apabila terjadi persaingan antar kelompok.
  3. Dengan adanya perilaku kontravensi, dalam setiap individu atau kelompok secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa memiliki untuk menunjukkan rasa cinta terhadap budaya dan keadaan bermasyarakat.
  4. Secara langsung, dengan adanya kontravensi akan mampu menjadi pendorong perubahan sosial.Karena mengubah kebijakan dan arahan dari pihak-pihak yang saling bertentangan.

Dampak Negatif akibat Kontravensi

Pada dasarnya, terjadinya kontravensi merupakan suatu hal yang buruk yang dapat menyebabkan perpecahan. Berikut beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh kontravensi :

  1. Memicu terjadinya konflik dalam hubungan sosial. Dengan terjadinya konflik sosial dalam kehidupan masyarakat, dapat menyebabkan adanya pertikaian dalam masyarakat, atau bahkan juga dapat menyebabkan perpecahan.
  2. Menimbulkan rasa tidak percaya antar individu dalam bermasyarakat. Sehingga setiap individu selalu was-was serta khawatir karena timbulnya kecurigaan antar sosial.
  3. Kontravensi mampu menghambat proses mobilisasi dalam bermasyarakat, karena tidak adanya dorongan untuk kemajuan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Contoh Kontravensi

Contoh Kontravensi

Kontravensi bisa terjadi dalam beberapa bidang, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kontravensi dalam Lingkungan Sekolah

Sebagai lembaga pendidikan dapat terjadi kontravensi, hal ini dikarenakan dalam lingkungan sekolah terjadi hubungan antar individu dan antar kelompok. Misalnya dalam diskusi kelompok untuk menyelesaikan tugas, para individu dalam kelompok tersebut tentunya menyampaikan pendapat masing-masing.

Hal ini dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Positifnya adalah menumbuhkan rasa percaya diri dalam berpendapat. Namun, jika salah satu individu ada yang kurang bisa menerima pendapat dengan baik justru akan menimbulkan dampak negatif yaitu dapat terjadi perpecahan.

2. Kontravensi dalam Beragama

Salah satu contoh kontravensi yang terjadi dalam agama adalah penetapan hari raya idul fitri. Banyak terjadi perbedaan antar kelompok agama islam dalam menetapkan hari raya agama islam. Dengan perbedaan tersebut, antar kelompok memberikan alasan dan bukti masing-masing dalam menetapkan bulan syawal.

3. Kontravensi dalam Berpolitik

Untuk contoh kontravensi dalam bidang politik banyak terjadi di gedung MPR/DPR yang disebabkan oleh anggota DPR. Konflik yang terjadi dikarenakan perbedaan dalam pandangan untuk mencapai suatu tujuan atau karena perbedaan koalisi partai.

4. Kontravensi dalam Bermasyarakat

Biasanya kontravensi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah unjuk rasa yang dilakukan oleh para buruh di pabrik dan dengan mudah untuk menambah jumlah masa dalam unjuk rasa tersebut. Para buruh melakukan unjuk rasa dengan tujuan untuk meluruskan kebijakan pemerintah yang sebagian besar merugikan para buruh maupun masyarakat lainnya.

5. Kontravensi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sadar atau tidak sadar, sebenarnya kontravensi sangat mudah terjadi dalam kehidupan bersosial sehari-hari. Contohnya dalam pergaulan antar teman, tetangga, atau bahkan saudara kerap terjadi kontravensi misalnya saling fitnah, saling menjatuhkan, dan saling mengkhianati.

Sebenarnya kontravensi disebabkan oleh perbedaan dalam berpendirian antara individu satu dengan individu yang lain maupun antara kelompok satu dengan kelompok yang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat terkadang kontravensi memiliki nilai positif untuk menegakkan pendirian masing-masing.

Namun jika tidak adanya arahan dalam tindakan kontravensi maka akan mengakibatkan pertikaian atau konflik dan bahkan terjadi perpecahan dalam hubungan bermasyarakat atau berkelompok. Itulah sekilas penjelasan tentang kontravensi. Mulai dari pengertian, bentuk, contoh, hingga dampak yang diakibatkan oleh kontravensi itu sendiri.

Mari kita meminimalisir terjadinya kontravensi yang berdampak negatif dengan cara menghindari tindakan yang dapat menyakiti dan melukai hati orang lain dan merasa dirugikan. Tumbuhkan kontravensi yang terarah sehingga menimbulkan dampak positif yang dapat menghargai dan menghormati orang lain dalam hubungan kehidupan sosial atau bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *