Yuk Kunjungi Masjid Raya Baiturrahman, Ikon Wisata Kebanggaan Aceh

By | Maret 13, 2020

Masjid Raya Baiturrahman merupakan masjid yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Aceh dari segala penjuru. Kini setelah pengembangannya, masjid ini sangat ramai pengunjung dimana bangunan masjid tetap mengggunakan ciri khas warna putih. Lebih jelasnya ikuti penjelasan berikut.

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman yang asli dibangun ketika pemerintahan Sultan Iskandar Muda tahun 1612. Namun sumber lain ada yang juga menyebutkan bahwa masjid ini dibangun ketika Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tahun 1292. Awalnya masjid ini tidak seperti sekarang ini sudah sangat cantik namun dulu atap saja dibuat dari lapisan jerami. Meskipun begitu, gaya desain yang digunakan tersebut ialah gaya desain khas Aceh.

Masjid ini dimanfaatkan sebagai benteng pertempuran oleh penduduk Aceh di tahun 1873 ketika Kesultanan Aceh diserang oleh Kolonial Hindia Belanda. Masyarakat Aceh menyerang pasukan Belanda dari dalam masjid. Karena tidak terima dengan hal ini, Pasukan Belanda membalas dengan menembakkan api ke atap masjid. Bahan jerami yang digunakan tentu saja cepat terbakar.

Selanjutnya Jendral Van Swieten  meminta maaf dan  berjanji kepada pemimpin lokal  bahwa masjid tersebut akan dibangun kembali. Janji ini benar ditepati di tahun 1879 masjid kembali dibangun oleh Belanda sekaligus agar kemarahan rakyat Aceh berkurang.

masjid baiturrahman aceh tempo dulu

Peletakan batu pertama terjadi pada tahun 1879 juga yang dilakukan oleh Tengku Qadhi Malikul Adil yang ketika masjid ini sudah sudah selesai, beliau diangkat menjadi imam pertama. Pembangunan masjid selesai  tanggal 27 Desember 1881 ketika pemerintahan Muhammad Daud Syah, pemerintahan Sultan yang terakhir di Aceh.

Ketika masjid selesai dibangun, banyak masyarakat Aceh yang tidak bersedia untuk beribadah di masjid ini. Alasan yang diberikan karena masjid ini dibangun oleh rakyat Belanda. Tetapi seiring waktu berlalu hingga saat ini Masjid Raya Baiturrahman ialah ikon wisata kebanggaan Aceh.

Saat itu, masjid yang belum lama selesai dibangun ini hanya terdiri atas satu menara dengan satu kubah. Selanjutnya penambahan menara dan kubah dilakukan tahun 1935, kemudian tahun 1958 hingga tahun 1982. Sekarang masjid sudah memiliki sebanyak 8 menara dan 7 kubah dan ini termasuk yang paling tinggi di Aceh. Menara masjid raya Aceh ini, Presiden Pertama di Indonesia, Soekarno memberi gelar “Tugu Aceh Daerah Modal Republik Indonesia”.

Keunikan Masjid Raya Baiturrahman

Keunikan Masjid Raya Baiturrahman

Keunikan Masjid Raya Baiturrahman salah satunya bisa dilihat dari desainnya saat ini semakin cantik dan indah. Dominasi warna putih melambangkan ciri khas masjid ini. Perlu diketahui bahwa Masjid yang sangat terkenal di Aceh ini selamat ketika adanya kejadian gempa dan tsunami yang terjadi akhir Desember 2004 silam.

Meskipun  terdapat kerusakan namun masjid ini tetap masih berdiri sedangkan bangunan lain di sekitar masjid sudah  rata dengan tanah. Tsunami tersebut menghasilkan gelombang yang besar, semua bangunan yang ada di Banda Aceh nyaris runtuh, tetapi masjid masih berdiri kokoh dengan sedikit kerusakan.

Ketika itu karena hanya ada masjid ini yang selamat, dimanfaatkan untuk menampung orang yang terlantar. Selain itu ada yang menyebutkan bahwa ketika gempa terjadi, sebagian orang berusaha menyelamatkan diri mereka dengan masuk ke dalam masjid. 2 minggu setelah kejadian ini, masjid dibuka kembali sebagai tempat untuk beribadah.

1. Dibuat Oleh Arsitek Belanda

masjid baiturrahman aceh tahun 1957
masjid baiturrahman aceh tahun 1957

Pertama kali rancangan masjid ini dibuat oleh Gerrit Bruins, seorang artsitek yang berasal dari Belanda. Selanjutnya seorang pengawas pekerjaan kontruksi saat itu bernama Lie A Sie mengadaptasi desain awal Gerrit Bruins.           

2. Memiliki Ciri Menara dan Kubah Besar

ciri menara dan kubah masjid baiturrahman aceh

Sehingga dipilihlah gaya desain kebangkitan Mughal yang bisa dilihat saat ini cirinya berupa menara-menara dan kubah yang besar. Berkaitan dengan hal ini ada sesuatu yang unik dan menarik yaitu kubah hitam yang diubah menjadi ubin yang berasal dari gabungan sirap kayu keras.

Tentu ini merupakan hal yang unik, karena jarang sekali ada masjid yang mempunyai kubah yang berasal dari gabungan sirap kayu keras. Kebanyakan untuk saat ini kubah masjid berasal dari bahan enamel.

Pemilihan gabungan sirap kayu keras ini juga bukan tanpa alasan, pada zaman dahulu saat pembuatan masjid ini dibuat bahan enamel sulit didapatkan, meskipun ada mungkin harga kubah masjid enamel pada saat itu melambung mahal.

3. Interior Bergaya Tiongkok

Segi interior masjid juga tak kalah bagus, sebab dihiasi oleh pilar dan dinding yang di-relief. Sedangkan tangga marmer dan lantai masjid didapatkan dari Tiongkok. Kemudian jendela kaca patri didatangkan dari Belgia, lebih menarik lagi sebab dihiasi oleh lampu hias perunggu yang digantung dalam masjid dan pintu kayu yang motif indah. Sedangkan pada segi bangunannya, batu bangunan diperoleh dari Belanda.

4. Menyerupai Taman Minimundus di Austria

Masjid ini memang sangat populer bahkan replika masjid  juga tersedia di luar negeri. Bagi yang ingin melihat langsung bagaimana keindahan replika masjid, bisa terbang ke Austria, tepatnya di Taman Minimundus yang beralamat di Klagenfurt Karintina.

Taman ini ialah taman miniature yang paling besar di dunia. Replika masjid ini sangat  unik bahkan sangat mirip dengan bangunan masjid asli yang ada di Banda Aceh. Juga didesain dengan dominasi warna putih lengkap dengan kubah yang berwarna hitam dan menara-menara masjid.

5. Pernak Pernik Didatangkan dari Eropa

interios masjid baiturrahman aceh

Hasil diskusi saya dengan PT Anugerah Kubah Indonesia, masjid ini menggunaan pernak pernik masjid yang langsung didatangkan dari Eropa. Sehingga jika dilihat dari segi keindahannya dan keunikan masjid tak lepas dari sejarah panjang yang terjadi ketika masjid ini dibangun.

Bukan hanya itu, lantai yang menggunakan material Tiongkok ini membuat masjid ini dikenal dengan campuran gaya arsitek dari dua benua. Desainnya yang indah dan sejarah yang panjang ini kemudian menarik perhatian salah satu negara Eropa untuk membangun replika masjid ini dengan skala 1:25 di Austria.

Alamat Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Alamat Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan bagaimana megahnya masjid ini perlu mengetahui alamat Masjid Raya Baiturrahman Aceh di pusat kota Banda Aceh. Jadi, bagi Anda yang datang ke Provinsi Aceh maka bisa mengunjungi masjid ini. Alamat lengkapnya masjid raya ini bisa ditemukan di Jalan Moh. Jam No.1. Adapun alamat tersebut termasuk dalam wilayah Kampung Baru di Kecamatan Baiturrahman tepatnya di Kota Banda Aceh.

Masjid ini dibangun bukan saja sebagai tempat ibadah, namun juga simbol dari semangat perjuangan rakyat Aceh, simbol budaya, agama dan kekuatan masyarakat Aceh hingga Indonesia merdeka.

Masjid yang kini juga dimanfaatkan sebagai objek wisata islami ini  setiap tahunnya selalu bertambah pengunjung yang datang. Masjid yang tak pernah sepi ini selalu ramai pengunjung baik itu ketika hari libur ataupun hari kerja.

 Juga banyak mahasiswa yang melaksanakan shalat berjamaah di masjid ini ketika hari Jum’at. Bahkan sangat terkenalnya masjid ini, siapa saja yang datang ke Aceh atau Banda Aceh seolah  belum sah jika belum berkunjung dan berfoto di masjid yang luas ini.

Terbuka untuk pengunjung lokal dan pengunjung luar negeri. Umumnya wisatawan luar negeri yang berkunjung akan belajar tentang sejarah Masjid Raya ini, selanjutnya ikut menikmati keindahan dan kesejukan masjid.

Masjid raya ini berada dekat dengan Pasar Aceh yang menjadi  sangat terkenal di kalangan masyarakat Aceh. Banyak penjual yang mengelilingi lokasi masjid,  mulai dari toko yang menjual pakaian, ada juga pedagang yang menawarkan makanan dan minuman. Sehingga masjid dan area sekitarnya tak pernah sepi pengunjung.

Sekian penjelasan tentang alamat, keunikan dan sejarah Masjid Raya Baiturrahman yang perlu diketahui. Masjid ini memang sangat cantik apalagi kini sudah ada payung seperti di Masjidil Haram, semakin menambah pesonanya, selamat berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *